Langsung ke konten utama

Mengapa filsafat itu penting ? (Arsip 2018)



 Mengapa filsafat itu penting ?

.

Arsip, Malang, 2018

.

Filsafat mulanya ada untuk membantu manusia memankani dirinya sendiri. Iya, manusia bertanya : Apa itu manusia ? untuk apa aku ada ?

Kemudian ketika pertanyaan itu terjawab, timbul pertanyaan baru yang berkaitan dengan manusia. Manusia itu hidup. Lalu manusia itu bertanya : Apa itu hidup ? Bagaimana itu hidup ? kapan hidup itu ? dan sebainya

Kemudian ketika pertanyaan itu terjawab maka manusia timbul pertanyaan baru. Bahwa setelah hidup itu pasti mati. Kemudia timbul perntanyaan baru : Apa itu mati ? Mati itu bagaimana ? Setelah mati bagaimana ? Kok aku bisa mati ? siapa yang menetukan hidup dan matiku ?

Begitulah manusia, makhluk yang selalu ingin bertanya dan mencari jawaban yang benarnya hakiki. Apapun itu, manusia pada dasarnya akan selalu berpikir yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Itulah juga yang kemudian membuat adanya ilmu pengetahuan.

Manusia menghadapi realita bahwa dia hidup di antara banyak benda mati dan hidup yang ada di luar dirinya. Benda mati itu menjadi sumber daya. Maka kemudia lahirlah pertanyaan : bagaimana caranya menegelola sumber daya di jagat raya ini ?. Maka kemudia lahirlah ilmu ekonomi. Bagaimana kemudian sumberdaya ini dapat dikelola dengan baik ? itulah pemikiran baru lainnya hingga akhirnya banyak pemikiran dan madzhab – madzhab dalam ilmu ekonomi. Pada dasarnya semua ilmu lahir dari filsafat dan berangkat dari pertanyaan.

>> Ilmu Ekonomi        = Manusia + Berkaitan dengan sumber daya

>> Ilmu Manajeman    = Manusia + Berkaitan dengan manusia lainnya

>> Ilmu Kimia            = Manusia + Berkaitan dengan zat-zat yang tidak diketahuinya

.

penulis : Wildan Rukana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme

(Foto: jendela.kemendikbud.go.id) Esai berjudul 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme' ini bertema absurdisme. Esai 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme' ini bisa pembaca nikmati hingga bagian akhir artikel. Berikut artikel 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme'. Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme #1 (Oleh : Wildan Rukana) “Hadapilah seperti Sisipus yang mengangkat batu ke puncak bukit berulang kali” Permasalahan manusia modern hari ini adalah pencarian makna atas eksitensinya di dunia. Beberapa orang memahami dirinya sebagai manusia yang bermakna dan beberapa lainnya memahami dirinya sebagai manusia yang sia - sia. Beberapa mati – matian berjuang untuk sesuatu yang membuatnya kecewa. Beberapa lagi merasa bahwa tidak perlu ada yang harus diperjuangkan, bahwa pada akhirnya semua makhluk pasti mati dan hidup baginya tidak bermakna. Pertanyaan “buat apa ya aku terlahir di dunia ini?” adalah pertanyaan yang akan ter...

Bunuh Diri dalam Beberapa Perspektif

                                                  (Ditulis Oleh: Muhammad Wildan Habibillah)                                                  (Foto: pexels.com/ Kripesh adwani) (Disclaimer: Tulisan ini tidak dasari oleh motivasi apapun dan kesimpulan dari tulisan ini bebas diartikan oleh pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab jika pembaca menyimpulkan tulisan ini secara keliru dan mengambil tindakan keliru karenanya. Ini hanyalah sebuah tulisan yang sebenarnya tidak perlu dimaknai apapun.) Bunuh diri menjadi salah satu fenomena yang selalu ada dalam kehidupan manusia di berbagai era. Perbincangan tentang bunuh diri ini bagi sebagian orang akan dianggap sebagai wacana yang sensitive. Hanya saja...

Bunuh Diri di Era Modern, Kompleksitas Pemicu, dan Sudut Pandang Filsafat

          (Ditulis oleh: Muhammad Wildan Habibillah)           (Foto: Muhammad Wildan Habibillah) (Disclaimer: Tulisan ini tidak dasari oleh motivasi apapun dan kesimpulan dari tulisan ini bebas diartikan oleh pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab jika pembaca menyimpulkan tulisan ini secara keliru dan mengambil tindakan keliru karenanya. Ini hanyalah sebuah tulisan yang sebenarnya tidak perlu dimaknai apapun.) Bunuh diri menjadi salah satu fenomena yang selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat. Data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menunjukkan bahwa kurang lebih satu juta orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia. Jadi bisa dikatakan bahwa ada orang yang bunuh diri di suatu tempat di dunia pada setiap 40 detik. Bunuh diri juga menjadi wacana serius dan kompleks di tengah kehidupan masyarakat modern yang kian banyak permasalahan, tekanan kerja, tidak menemukan makna hidup, tekanan permalahan hidup,...