Langsung ke konten utama

Perilaku Konsumen dan Alam Bawah Sadar (Sekilas tanggapan terhadap buku Philip Graves Consumer.ology) (Edisi Hobi Analisis Perilaku Konsumen)

 Perilaku Konsumen dan Alam Bawah Sadar (Sekilas tanggapan terhadap buku Philip Graves Consumer.ology)

5 Mei 2021

            Pernahkah kita melakukan verifikasi atas apa yang kita lakukan dan pikirkan ? Pernahkah kita menyadari bahwa  kita belum tentu sepenuhnya sadar atas apa yang kita lakukan dan kita pikirkan ? Apa yang memenuhi kepala kita belum tentu menggambarkan kesadaran kita yang sesungguhnya. Bahwa kita ternyata seringkali bertindak dan berpikir karena dikontrol alam bawah sadar kita.  Sampai pada satu titik kita menyadari bahwa terkadang apa yang kita pikirkan itu tidak penting sama sekali.

            Kita seringkali lupa dengan apa yang kita pikirkan kemarin dan kita secara mutlak tidak bisa memprediksi dan menentukan apa yang akan kita pikirkan di esok hari. Coba anda tes pada diri anda sendiri. Apa yang akan anda pikirkan esok hari dan apakah itu akurat. Pernahkah anda juga berpikir bahwasannya yang anda pikirkan hari ini pun pada dasarnya akan dengan mudah anda lupakan detailnya. Bahwa kita kadang kala tak bisa menjelaskan alasan mengapa kita memikirkan suatu. Ia begitu saja langsung ada di kepala kita begitu saja. Mengisi seluruh isi kepala. Iya, dan seringkali itu tidak penting dan kita tidak menyadari bahwa itu tidak penting.

            Perilaku kita sebagai manusia kadangkala dan bahkan seringkali tidak bisa dikontrol dan diprediksi dengan begitu mudahnya. Ada banyak hal yang menjadi faktornya. Kita membeli suatu produk kadangkal juga belum tahu apa alasan kita membelinya. Terkadang tanpa rencana kita juga membeli suatu produk di supermarket, bahkan kita tidak ada niatan untuk membeli produk itu sebelum datang ke Supermarket. Strategi Marketting tanpa kita sadari makin hari makin canggih. Sadarkah anda bahwa terkadang alam bawah sadar anda lah yang menjadi sasaran marketing.

            Saya menyukai mobil Volkwagen dan saya memiliki keinginan apabila memiliki rezeki ingin membelinya. Ia aku ingin membelinya, tapi jujur saya tidak tahu mengapa saya menyukai mobil Volkwagen. Bahkan saya belum sama sekali menaiki mobil Volkswagen dalam hidup saya. Hanya pernah melihat saja. Oh Volkwagen, Volkwagen. Volkwagen telah merasuk dalam jiwa saya. Aku mencintaimu mobil Volkwagen dan entah mengapa aku begitu mencintaimu.

            Saya tidak peka terhadap wangi-wangian dan itu sebabnya saya dulu cuek dengan bau badan. Sampai pada satu ketika saya merasa perlu untuk memiliki suatu parfum agar tubuh saya menjadi harum dan iya sejak saat itu saya mulai menjad diri saya agar selalu harum. Iya dan entah mengapa saya memutuskan untuk menjadi pemaki parfum Bellagio. Saya rasa wangi harum parfum Bellagio itu elegan, tapi saya tidak tahu apa alasannya mengapa elegan. Saya tidak terlalu peka dengan jenis wangi – wangian. Iya dan kemudian saya menjadi pecinta parfum bermerk Bellagio.

            Consumerology menjadi suatu bahasan yang menarik untuk dikaji. Philip Graves dalam bukunya yang berjudul Consumer.ology banyak membahas terkait betapa besarnya pengaruh alam bawah sadar atas keputusan pembelian kita. Menarik sekali apa yang dibahas oleh Philip Graves bahwa tindak tanduk konsumen tidak bisa pula mutlak untuk diketahui dengan bermodalkan riset pasar. Bahwa sangat memungkinkan konsumen tidak sepenuhnya menyadari apa yang ia putuskan, lakuakan, pikirkan, keputusan untuk membeli dan keputusan untuk menyukai suatu produk. Tak bisa dipungkiri juga bahwa kadangkala keputusan pemasaran yang bermodalkan hasil riset pasar yang mengatakan suatu inovasi pemasaran suatu produk itu positif ternyata pada realitanya setelah strategi pemasaran itu dieksekusi ternyata juga gagal. Cerita terkait New Coke menjadi legendaris untuk menjadi contohnya.    

Selamat mempelajari dunia pemasaran marketers.

Bahan Referensi :

Philip Graves. Consumer. Ology

.

Jurnalis : Muhammad Wildan Habibillah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme

(Foto: jendela.kemendikbud.go.id) Esai berjudul 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme' ini bertema absurdisme. Esai 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme' ini bisa pembaca nikmati hingga bagian akhir artikel. Berikut artikel 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme'. Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme #1 (Oleh : Wildan Rukana) “Hadapilah seperti Sisipus yang mengangkat batu ke puncak bukit berulang kali” Permasalahan manusia modern hari ini adalah pencarian makna atas eksitensinya di dunia. Beberapa orang memahami dirinya sebagai manusia yang bermakna dan beberapa lainnya memahami dirinya sebagai manusia yang sia - sia. Beberapa mati – matian berjuang untuk sesuatu yang membuatnya kecewa. Beberapa lagi merasa bahwa tidak perlu ada yang harus diperjuangkan, bahwa pada akhirnya semua makhluk pasti mati dan hidup baginya tidak bermakna. Pertanyaan “buat apa ya aku terlahir di dunia ini?” adalah pertanyaan yang akan ter...

Bunuh Diri dalam Beberapa Perspektif

                                                  (Ditulis Oleh: Muhammad Wildan Habibillah)                                                  (Foto: pexels.com/ Kripesh adwani) (Disclaimer: Tulisan ini tidak dasari oleh motivasi apapun dan kesimpulan dari tulisan ini bebas diartikan oleh pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab jika pembaca menyimpulkan tulisan ini secara keliru dan mengambil tindakan keliru karenanya. Ini hanyalah sebuah tulisan yang sebenarnya tidak perlu dimaknai apapun.) Bunuh diri menjadi salah satu fenomena yang selalu ada dalam kehidupan manusia di berbagai era. Perbincangan tentang bunuh diri ini bagi sebagian orang akan dianggap sebagai wacana yang sensitive. Hanya saja...

Bunuh Diri di Era Modern, Kompleksitas Pemicu, dan Sudut Pandang Filsafat

          (Ditulis oleh: Muhammad Wildan Habibillah)           (Foto: Muhammad Wildan Habibillah) (Disclaimer: Tulisan ini tidak dasari oleh motivasi apapun dan kesimpulan dari tulisan ini bebas diartikan oleh pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab jika pembaca menyimpulkan tulisan ini secara keliru dan mengambil tindakan keliru karenanya. Ini hanyalah sebuah tulisan yang sebenarnya tidak perlu dimaknai apapun.) Bunuh diri menjadi salah satu fenomena yang selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat. Data dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menunjukkan bahwa kurang lebih satu juta orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia. Jadi bisa dikatakan bahwa ada orang yang bunuh diri di suatu tempat di dunia pada setiap 40 detik. Bunuh diri juga menjadi wacana serius dan kompleks di tengah kehidupan masyarakat modern yang kian banyak permasalahan, tekanan kerja, tidak menemukan makna hidup, tekanan permalahan hidup,...