Langsung ke konten utama

Postingan

Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme

(Foto: jendela.kemendikbud.go.id) Esai berjudul 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme' ini bertema absurdisme. Esai 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme' ini bisa pembaca nikmati hingga bagian akhir artikel. Berikut artikel 'Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme'. Menghadapi, Merayakan, dan Menikmati Absurdisme #1 (Oleh : Wildan Rukana) “Hadapilah seperti Sisipus yang mengangkat batu ke puncak bukit berulang kali” Permasalahan manusia modern hari ini adalah pencarian makna atas eksitensinya di dunia. Beberapa orang memahami dirinya sebagai manusia yang bermakna dan beberapa lainnya memahami dirinya sebagai manusia yang sia - sia. Beberapa mati – matian berjuang untuk sesuatu yang membuatnya kecewa. Beberapa lagi merasa bahwa tidak perlu ada yang harus diperjuangkan, bahwa pada akhirnya semua makhluk pasti mati dan hidup baginya tidak bermakna. Pertanyaan “buat apa ya aku terlahir di dunia ini?” adalah pertanyaan yang akan ter...

Semen Tonasa, Kokoh Membangun dan Memperkuat Infrastuktur Indonesia

                                                           Image by GraphicMama-team from Pixabay   Blog Competition : Kontribusi Semen Tonasa untuk Negeri Semen Tonasa, Kokoh Membangun dan Memperkuat Infrastuktur Indonesia (ditulis oleh : Muhammad Wildan Habibillah)             Semen Tonasa telah berkontribusi lebih dari 50 tahun untuk negeri kita tercinta. Berdiri sejak tahun 1968, Semen Tonasa menjamin mutu semennya untuk kokoh membangun dan memperkuat infrastruktur Indonesia. Guna menjadi negeri yang maju secara fasilitas dan infrastruktur maka bangsa Indonesia perlu menggunakan semen berkualitas mumpuni demi keamanan masyarakat menikmati infrastruktur yang telah dibangun.             Indon...

Faktor Kunci yang Membuat Arsenal Mampu mengalahkan Liverpool di Super Big Match

Jember, 12 oktober 2022  Membahas faktor kunci yang  membuat Arsenal mampu mengalahkan Liverpool di Super Big Match adalah hal yang menarik. Lantas bagaimana faktor kunci yang  membuat Arsenal mampu mengalahkan Liverpool di Super Big Match? Berikut ulasan faktor kunci yang  membuat Arsenal mampu mengalahkan Liverpool di Super Big Match. Arsenal menjamu Liverpool pada Minggu Malam 09 September 2022 di Emirates Stadium London. Tersaji sebuah laga super big match anatara kedua tim besar inggris ini. Arsenal yang tampil konsisten sejak awal musim sedang dalam misi untuk kembali ke puncak klasemen karena disalip oleh Manchester City. Sedangkan Liverpool yang Skuadnya belum  ‘nyetel’ sedang ingin memperbaiki posisinya di papan klasemen yang masih terseok-seok dan berada di luar posisi 6 besar. Pertandingan berjalan alot dan menyuguhkan pertandingan yang atraktif. Liverpool mendominasi peredaran bola dengan penguasaan bola sebesar 56% dengan Jurgen Klop...

Ada yang Terasa Kurang Kalo Gak Ada Italia di Piala Dunia

  Ada yang Terasa Kurang  Kalo Gak Ada Italia di Piala Dunia (Edisi Penghobi Estetika Sepakbola) . Cepat dan lambatnya Jungkir balik nasib siapa yang tahu. Belum genap setahun yang lalu Italia jadi jawara eropa dan mendapatkan pujian dari pecinta sepak bola. Iya, dan kini Italia memastikan diri “Tidak lolos ke piala dunia” setelah kalah 0-1 dari Makedonia Utara di babak Play off. Kekalahan yang juga makin memebenamkan kesedihan pecinta Gli Azzuri karena gol Makedonia Utara tercipta di babak injury time 90+2. Genaplah sudah kesedihan itu apalagi jika melihat jalannya pertandingan Italia begitu mendominasi pertandingan. Berbekalkan shot 32 percobaan dan hanya 5 yang shot on target plus penguasaan bola 66%. Hanya saja semua peluang Italia tidak terwujud menjadi gol, miris. . Capaian Italia ini menyamai nasib Denmark (Juara Euro 1992) di tahun 1994 dan Yunani (Jawara euro 2004) di tahun 2006 sebagai jawara eropa yang tak lolos piala dunia.  Sebuah capaian yang terbila...

Mengapa filsafat itu penting ? (Arsip 2018)

  Mengapa filsafat itu penting ? . Arsip, Malang, 2018 . Filsafat mulanya ada untuk membantu manusia memankani dirinya sendiri. Iya, manusia bertanya : Apa itu manusia ? untuk apa aku ada ? Kemudian ketika pertanyaan itu terjawab, timbul pertanyaan baru yang berkaitan dengan manusia. Manusia itu hidup. Lalu manusia itu bertanya : Apa itu hidup ? Bagaimana itu hidup ? kapan hidup itu ? dan sebainya Kemudian ketika pertanyaan itu terjawab maka manusia timbul pertanyaan baru. Bahwa setelah hidup itu pasti mati. Kemudia timbul perntanyaan baru : Apa itu mati ? Mati itu bagaimana ? Setelah mati bagaimana ? Kok aku bisa mati ? siapa yang menetukan hidup dan matiku ? Begitulah manusia, makhluk yang selalu ingin bertanya dan mencari jawaban yang benarnya hakiki. Apapun itu, manusia pada dasarnya akan selalu berpikir yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Itulah juga yang kemudian membuat adanya ilmu pengetahuan. Manusia menghadapi realita bahwa dia hidup di antara banyak be...

Cinta, Romantisme dan Ekonomi (Edisi Penghobi Cerpen)

  Cinta, Romantisme dan Ekonomi . Saya termasuk orang yang kurang berpengalaman perihal cinta dan memiliki jam terbang yang minim juga tentangnya. Hanya saja saya secara kebetulan beberapa kali bertemu dengan seseorang yang bercerita tentang pengalaman asmaranya dengan kisah-kisah yang menarik dan unik. Salah satunya ialah seseorang yang kadangkala ngajak saya bicara filsafat yang berat-berat curhat pada saya terkait pengalaman cintanya, sebut saja dia Cak Ndul. . Cak Ndul ini seorang perenung yang terlihat agak pendiam, introvertlah. Seorang laki-laki berusia 40 tahunan yang secara kebetulan duduk di hadapan saya saat saya sedang santai-santai di gardu perkampungan. Iya, orang ini tinggal tak jauh dari tempat kos saya di Malang. Terjadilah perbincangan antara dia dan saya. Tak lama kemudian perbincangan mengarah kepada topic percintaan. Dia curhat pada saya bahwa dia sudah bercerai dengan istrinya dank arena dia orangn yang melankolis hingga kini dia masih belum menikah ...

Singkat Cerita Terbentuknya Negara (Analisis melalui Matrealisme Historis)

Singkat Cerita Terbentuknya Negara (Analisis melalui Matrealisme Historis) Penulis : Muhammad Wildan Habibillah Dipublis oleh : LSIS (Lingkar Studi Ilmu-ilmu dan Isu-isu Sosial)                   Awalnya kita bersuku-suku lalu kini kita berbangsa-bangsa, bernegara-negara. Iya kita kini bernegara-negara.  Seperti apa itu negara ?  Perlukah kita mengetahui apa itu negara, perlukah ada negara ? mengapa ada negara. Mari kita bahas secara ringan-ringan saja.                 Pejamkan mata, mari kita bernostalgia pada masa lampau dalam pikiran kita. Bayangkan kejadian ini dengan imajinasi. Pada suatu kisah kita sebagai manusia masih berburu dan meramu. Hidup kita nomaden, berpindah-pindah secara berkelompok. Ikatan berburu secara berkelompok ini kemudian membuat kita memiliki rasa primodial keterikatan yang kemudian membu...